8 Hal Penting yang Harus Diperhatikan untuk Mengambil Momen Foto Sebuah Event

 

Ardiles Rante menguraikan bagaimana menangkap momen sebuah event melalui foto pada acara Forwapar Clinic “Capturing Moments Calendar of Events di Jakarta Senin (29/7). (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta -Menangkap momen penting sebuah event khususnya  melalui foto   harus memperhatikan beberapa hal.  Ardiles Rante praktisi fotografi sebagai narasumber pada acara  Forwapar Clinic “Capturing Moments Calendar of Events Kementerian Pariwisata”  di Jakarta Senin, (29/7), mengungkapkannya sebagai berikut:

1. Persiapan yang Matang

“Memotret memerlukan ‘pasion’ sama dengan memasak makanan. Bahan harus disiapkan sedemikian rupa agar hasil yang diperoleh sesuai harapan.  Dan jam terbang atau pengalaman sangat menentukan. Persiapan yang baik hasilnya  tidak pernah bohong.

2. Perlu Pengetahuan Mitigasi Bencana

Memotret tidak selamanya dalam kondisi sesuai harapan. Misalnya saat cuaca  kurang mendukung apa yang harus dilakukan, apa yang harus diantisipasi, pengetahuan itu harus diketahui fotografer. Sehingga bekal pengetahuan mitigasi bencana  perlu dimiliki.

3. Menyiapkan Peralatan Safety  

Mengambil gambar di medan yang beresiko harus berbekal peralatan safety yang memadai. Misalnya saat memotret di laut alat safety nya beda dengan memotret di pegunungan. Peralatan pendukung pemotretan  ibarat senjata, maka senjata itu harus disiapkan matang agar momen yang dituju tidak terlewat.

4. Think before you shoot itu sangat penting

Peralatan fotografi yang tidak murah memungkinkan maksud mengambil gambar untuk kepentingan komersial. Bukan berarti menjual foto/barang tapi royaltinya. Dan ketika kita memutuskan untuk memotret dengan tujuan publikasi perhatikan release nya. Foto harus ada release  nya, ini adalah agreement. Ini harus jelas  sehingga ketika dipublikasikan kelak tidak menimbulkan akses  panjang, misalnya terkait hukum hasil royalti.  Di Indonesia hal ini masih tidak diperhatikan.

5. Mengambil Moment yang Berbeda

Nah mengambil obyek untuk difoto itu disarankan mencari angel yang berbeda dari yang  lain. Ambillah momen intim saat di back stage  yang  orang lain jarang ambil atau tak terpikirkan. Carilah akses ke pihak penyelenggara event agar dapat dengan leluasa mengabadikan momen yang tidak orang lain miliki. Misalnya momen saat persiapan di belakang panggung, itu juga menarik dan jarang diambil orang saat event berlangsung. Biasanya orang mengambil foto dari depan panggung sudah selesai, cpba beda dengan yang lain. Untuk itu dibutuhkan kreatifitas untuk menyajikan sesuatu yang berbeda.

6. Memperhatikan lighting

Mengambil foto itu mengalir saja tidak boleh mengulang dan  lighting harus diperhatikan. Foto sama dengan melukis dengan cahaya, maka pencahayaan itu sangatlah penting.

7. Membuat Good Caption

Good caption selling picture. Bagian yang tak kalah penting setelah foto dihasilkan saat publikasi adalah membuat caption. Foto sebagus apapun bila tidak memiliki caption yang pas tidak menarik. Caption itu penting biasanya dengan rumus 5H 1 W. Tapi untuk tujuan lain bisa ditambah opini. Untuk jurnalis tidak boleh memasukan opini.

8. Kualitas Cetak yang Maksimal

Setelah foto diambil dan siap dipublikasikan, bila ingin dicetak perhatikan  kualitas gambarnya. Sebagus apapun hasilnya kalau tidak dicetak dengan kualitas baik akan sia-sia. Apalagi saat ini teknologi telah begitu canggih sehingga kemungkinan cetak foto dengan hasil maksimal sesuai harapan dapat mulah dilakukan.  ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*