Cerita Lomba Bidar yang Terus Dipertahankan

Tradisi ini menyedot pengunjung setiap digelarnya dan terus diadakan sejak jaman Belanda. (TP/Ist)

Tag Pariwiaata -PALEMBANG. Lomba perahu bidar selalu menjadi atraksi rutin yang ditunggu masyarakat Palembang.

Biasanya saat perayaan HUT Kemerdekaan RI pengunjung dari berbagai wilayah sekitar Palembang khusus datang untuk menyaksikan lomba bidar yang sudah sejak jaman Belanda diadakan.

Gelaran khas Sungai Musi ini kembali diadakan sebelum dibukanya Festival Sriwijaya ke -28 pada Minggu (17/6). Selain memeriahkan Festival Sriwijaya, lomba bidar diselengarakan untuk memperingati perayaan HUT Kota Pelembang ke 1336 yang jatuh tanggal 16 Juni. Festival Sriwijaya sendiri digelar 16-22 Juni.

Lomba bidar ini disebut bidar prestasi karena bidar yang digunakan untuk lomba dengan kapasitas 20 orang. Beda dengan bidar tradisional yang berukuran besar dengan daya tampung hingga 60 orang.

Bidar merupakan singkatan dari biduk lancar, sejenis perahu yang dulu digunakan petugas penghubung atau kurir untuk mengantar barang. Lomba bidar sendiri merupakan lomba mendayung perahu yang dinamai “bidar”.

Adu kecepatan ini yang membuat penonton penasaran untuk menyaksikan lomba bidar. (TP/Ist)

Sebanyak 20 peserta dari elemen masyarakat terdaftar sebagai peserta lomba. Setiap perahu terdiri dari 22 peserta. Mereka akan melintasi perairan sungai Musi mengambil start di pasar Sekanak dan finish di pelataran plaza Benteng Kuto Besak (BKB).

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Sahrizal mengatakan pada IndonesiaNew pada kesempatan yang sama, bahwa lomba bidar menjadi bagian dari kemeriahan Festival Sriwijaya. ” Lomba akan terus digelar rutin setiap tahun untuk melestarikan atraksi khas Sungai Musi, ” kata Aufa Sahrizal.

Salah satu peserta lomba Firmansyah mengungkapkan senang berpartisipasi dalam lomba ini. Keluarga dan rekannya juga datang menyaksikannya berlomba.
” Saya gemar mendayung bidar. Meski sehari-hari bertani tapi bila ada lomba bidar saya pasti ikut, karena hobi. Bagi masyarakat Palembang lomba ini ditunggu karena ramai,” ungkapnya.

Tahun lalu rekor tercepat lomba ini diraih tim bidar PT Bukit Asam. Tahun ini tim bidar dari Agung Raya menjadi pemenang diikuti tim bidar dari Dinas Perhubungan Kota Palembang, disusul Dinas Pemuda dan Keolahragaan Kota Pelembang. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*