Gunung Tangkuban Perahu Erupsi,Ini Himbauan untuk Wisatawan

Gunung Tangkuban Perahu yang mempesona wisatawan.(TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta- Viralnya video mengenai dampak  erupsi gunung Tangkuban Perahu di media sosial dan whatsapp group mulai sore ini menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa kalangan.

Erupsi yang terjadi hari ini pukul 15:48 WIB,  menurut ahli vulkanologi Surono tidak terlalu membahayakan. Untuk itu masyarakat dan wisatawan dihimbau untuk tidak panik.

“Warga Bandung aman-aman saja, jangan panik,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat(26/7) seperti  dikutip dari Antara.

Bahkan, kata dia, bagi masyarakat atau wisatawan dari arah Jakarta yang ingin bertolak ke Bandung, tidak perlu balik arah atau mengubah rute perjalanan karena situasi cukup aman.

Meskipun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mewaspadai aktivitas Gunung Tangkuban Perahu di sekitar bibir kawah.

“Kecuali di sekitar bibir kawah Gunung Tangkuban Perahu, bisa saja terkena abu namun tidak menyebabkan kematian,” katanya.

Namun, ia tetap mengaku kaget dengan erupsi Gunung Tangkuban Perahu yang terjadi secara tiba-tiba padahal status gunung tersebut masih normal.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gunung Tangkuban Perahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, erupsi pada pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas permukaan laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan abu erupsi Gunung Tangkuban Perahu saat ini tidak begitu hitam pekat lagi.

“Saat ini abu vulkanik yang muncul dari Kawah Ratu ini sudah tidak begitu hitam pekat lagi,” demikian pantauan PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Perahu.

Pihaknya menyebutkan bahwa warna abu vulkanik yang muncul dari Kawah Ratu sudah cukup putih, artinya yang dikeluarkan saat ini hanya uap air.

PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat yang berada di sekitar gunung itu agar tidak mendekati wilayah wisata Tangkuban Perahu. Gunung tersebut mempunyai ketinggian 2.084 meter dengan bentuk stratovulcano.

Sementara itu Kementerian Pariwisata dalam keterangan tertulisnya hari ini mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi dari media resmi pemerintah, seperti akun Twitter @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, dan @vulkanologi_mbg.***

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*