Jakarta Pusat Akan Fokus Kembangkan Staycation dan Museum Hopping

    Kasudin Pariwisata Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat Shinta Nindyawati (kanan) saat mendampingi famtrip Digital NoMad Island Rabu (25/05). ( TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta- Setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta luncurkan Digital NoMad Island, merespon tren WFH yang berkembang menjadi Work From Anywhere (WFA), Jakarta Pusat akan dukung tren WFA dengan fokus pada pengembangan staycation. Hal tersebut dikemukakan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati dalam kesempatan one day famtrip Sudin Parekraf Jakarta Pusat ke Pulau Bidadari, Rabu (25/05) dalam rangka mempromosikan Digital NoMad Island.

” Jakarta Pusat paling banyak memiliki museum, gedung – gedung penting dan sebagai pusat bisnis jasa maka pariwisatanya tentu disesuaikan,” kata Shinta. Ditambahkannya beberapa museum di Jakarta Pusat juga memiliki lokasi yang berdekatan, jadi sangat mungkin untuk mendatangi beberapa museum dalam satu hari alias museum hopping.

Shinta mengemukakan bahwa pariwisata di Jakarta Pusat akan memfokuskan staycation, dan museum hoppingStaycation sendiri populer sebagai liburan yang dilakukan dengan cara tinggal atau menetap di suatu tempat (misalnya, hotel atau vila) yang terletak tidak jauh dari rumah atau masih di kota yang sama. Di Jakarta pusat sendiri banyak penginapan dan restoran yang recommended sebagai fasilitas pendukung  staycation.

Sementara itu Museum Nasional yang berlokasi di Jakarta Pusat juga  sudah canggih, dengan menyajikan teknologi imersif di salah satu ruangannya.  Teknologi tersebut memungkinkan pengunjung bisa merasakan secara visual, audio, dan segala macam tentang sejarah. Menikmati sajian yang bersifat audio visual, sekaligus dapat informasi. Tentu suasana baru ini akan memungkinkan masyarakat mengunjungi ulang museum sehingga diharapakan akan mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai museum.

” Tidak seperti wilayah lain contohnya  Jakarta Timur yang punya danau, Jakarta Utara yang punya pantai, laut, Jakarta pusat wilayahnya dikelilingi gedung, hotel dan restoran maka kegiatan MICE (meeting incentive convention & exhibition) juga menjadi target wisata bagi Jakarta Pusat,” tambahnya

Selain museum yang telah berteknologi canggih, dengan biaya kunjungan yang terjangkau,  Jakarta Pusat juga menjadi tempat yang menarik untuk fashion show, dan wisata belanja. Bahkan kami mengajak Abang None Jakarta Pusat untuk mempromosikan museum agar anak muda mencintai museum. Intinya wisata di Jakarta Pusat adalah jenis urban tour, sesuai dengan demografi wilayahnya

Selain itu Shinta juga menjelaskan bahwa selama ini kegiatan wisata komunitas yang mengajak masyarakat mengenal Jakarta lebih dekat dengan kreatifitasnya telah didukung.  “Kami dukung kegiatan yang sudah berjalan yakni yang sudah digelar Jakarta Good Guide secara rutin, ada walking tour, bike tour, bahkan running tour mulai bundaran HI Sarinah,” pungkasnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*