Kemenparekraf Dukung Tata Ruang Berbasis Wisata Alam Berkelanjutan di Kabupaten Garut

Potensi wisata alam Kabupaten Garut yang kaya akan siap bersaing bila aksesibilitasnya kian mudah. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta 23 Agustus 2021-Komitmen asistensi, dukungan penuh dari Kemenparekraf bagi Kabupaten Garut agar menjadi destinasi yang bisa dikunjungi wisatawan asing, berkualitas dan berdaya saing,  disampaikan Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno, usai berdiskusi dengan Bupati Garut Rudy Gunawan, pada kesempatan kunjungan kerjanya di Kantor Dinas Bupati Garut, Minggu (22/8).

” Rencananya kami akan fasilitasi dukung  penyelesaian RDTR (Rencana Detil Tata Ruang)  tujuannya adalah dengan selesainya pembangunan jalan Tol Cigatas (Cileunyi Garut Tasik) maka Garut akan siap menjadi destiansi yang unggul dan berdaya saing, ” jelasnya.

Dukungan Kemenparekraf beralasan karena  80% penciptaan lapangan kerja disediakan  oleh sektor parekraf, sedangkan wilayah ini memiliki potensi besar parekraf. Sehingga akan merupakan  peluang sekaligus  tantangan. ” Kita akan all out pengembangan parekraf di Kabupaten Garut, karena strategis sebagai  barometer pariwisata dengan trend terbaru,” tambahnya.

Rudy Gunawan pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa pengaturan tata ruang yang benar akan memungkinkan  keseimbangan agro vulkanik karena Garut dikelilingi 5  gunung indah. ” Kami menyadari tata ruang ini akan mendukung  pengembangan pariwisata berbasis alam  ditambah produk kreatifnya seperti kopi maka Garut akan punya daya saing tinggi dengan didorong pengembangan  parekraf berbasis digital nantinya,” kata Rudy.

Sesuai rencana, tahun 2021 ini mulai ada pembebasan lahan dan diharapkan jalan tol mulai bisa dibangun pada tahun 2022.

Jika tak ada kendala jalan Tol Cigatas  akan bisa digunakan pada tahun 2024. Panjang jalan untuk jalan tol wilayah Garut sekitar 37,25 kilometer yang membutuhkan lahan seluas 475,63 hektare atau 3.544 bidang tanah di tujuh kecamatan. Rencananya, khusus Garut akan dibuat dua gerbang tol yakni di Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Cilawu berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga akan berdampak pada sebaran potensi ekonomi daerah Garut. Jalan ini tersebut akan memudahkan akses ke tempat objek wisata, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian kondisi pandemi ini memang memukul kondisi pariwisata terutama sejak  diberlakukannya   PPKM level 4. ” Untuk itu akselerasi dilakukan  dengan mengejar target vaksinasi di sentra wisata dan ekraf. Melalui sosialisasi edukasi efektif mampu meningkatkan partisipasi dan diharapkan kondisi segera pulih,” jelas Sandiaga lagi.

Di Garut sendiri rencana tenpat wisata akan jadi sentra vaksin, selama ini vaksin baru dipusatkan di kantor Bupati. Rencananya  tiket masuk Papandayan akan gratiskan saat  vaksinasi satu hari digelar.***

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*