Kementerian Pariwisata Dorong Event yang Mampu Datangkan Wisatawan

Rizki Handayani, Deputi Bidang Pemasaran I kementerian Pariwisata memberikan arahan pada acara Forwapar Clinic, Capturing Moments Calendar of Events di Jakarta, Senin (29/7). (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta- Pentingnya penyelenggara event di daerah memperhatikan ‘goal‘ sebuah event dikemukakan oleh Rizki Handayani, Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata saat membuka acara Forwapar Clinic : Capturing Moments Calendar of Events Kementerian Pariwisata di Ashley Hotel,  Senin (29/7).

” Kami menyadari pentingnya media untuk mengabarkan apa yang telah kami lalukan,  apa sesungguhnya Calendar of Events (CoE).  Misalnya event budaya, digelar supaya budaya itu tidak mati namun bagi Kementerian Pariwisata event budaya digelar harus ada unsur commercial value nya agar agar berkembang dan sustain, ” jelas Rizki Handayani.

Event yang merupakan salah satu atraksi wisata sebenarnya bagi Kementerian Pariwisata bertujuan memperkenalkan destinasi, sehingga berkait dengan promosi.

“Saya sering mendapati pembukaan acara satu event di daerah telat dari jadwal karena harus menunggu kehadiran kepala daerah, lalu setelah acara pembukaan semua bubar. Nah selanjutnya siapa yang akan menonton? Maka yang seperti ini merupakan PR kita bersama memikirkan, bagaimana event yang digelar itu tidak hanya ramai di pembukaanya saja, “ tambah Rizki.

Diungkapkan pula bahwa banyak event yang kini digelar hanya polesan luar saja yang semarak seperti umbul-umbul, harusnya kontennya yang diperhatikan, masyarakatnya yang harus didukung agar sebuah event bisa berkelanjutan.

Lebih jauh Rizki menjelaskan sebenarnya yang diharapkan dari digelarnya CoE adalah bisa seperti Singapura event yang digelar bisa mengundang turis. ‘Goal’ nya CoE adalah mendatangkan turis sehingga event bukan hanya kegiatan yang ditonton lalu pulang, tapi bisa dibuatkan paket wisata. Dengan demikian event yang menarik dapat  membuat lebih lama masa tinggal wisatawan. “Ke depan  kita akan bicara mengenai devisa bukan hanya jumlah wisatawan, ini yang akan didorong sehingga  event tidak berdiri sendiri namun  harus terkait paket wisata.  Saat ini saya dikaui  jarang tour opetaror mengkaitkan paket wisata dengan event,” katanya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Esthy Reko Astuti, Tenaga  Ahli Menteri  Pariwisata Bidang Management CoE  mengungkapkan pentingnya menggelar  event yang berstandar internasional karena akan memberi impact langsung kepada daerah.” Saya harapkan juga setiap event dilakukan secara konsisten. Kita meminta 34 kepala daerah tiap provinsi untuk memilih event dari tiap daerah yang merupakan unggulan dan kami akan dukung, meski dari sekian banyak event belum banyak yang mentargetkan kunjungan wisman,” tukas Esthy.***

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*