Nikmatnya Makan Ikan Pindang di Pinggir Sungai Musi

Pemandangan di depan warung Mbok war, tempat yang enak makan dibatas perahu yang sandar di Sungai Musi. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, PALEMBANG- Salah satu kuliner yang patut dicoba saat ke Palembang adalah masakan olahan ikan bumbu pindang.

Ada beberapa rumah makan apung di pingir sungai Musi. Salah satu yang terkenal dan ‘recommended’ buat pengunjung kota Palembang, adalah Warung Apung Mbok War.

Menu masakan favoritnya adalah pindang ikan patin. Sajian lain di warung ini antara lain pindang baung, pindang gabus, pindang tulang sapi, ikan bakar dan ayam bakar.

Rasa pindang di sini segar, gabungan rasa asam manis pedas asin. Racikannya disiapkan dan diolah langsung oleh pemiliknya. “Pernah diolah orang lain hanya rasanya beda dan pelanggan juga berkomentar kurang enak. Sejak itu saya buat sendiri racikannya, tidak pernah saya serahkan ke orang lain, ” ungkap Wardilah yang akrab disapa Mbok War pemilik warung apung pada Tag Pariwisata, Minggu (17/6).

Ketika makan di tempat ini beberapa waktu kadang warungnya terasa bergoyang, itulah sensasi makan di sini, sambil menikmati pemandangan pinggir Sungai Musi dengan kesibukan para penumpang perahu pengangkut penumpang yang hendak ke daerah hilir.

Mbok War menuturkan awalnya warung di bangun di darat, dekat pelataran Benteng Kuto Besak, hanya karena tidak diijinkan pemerintah setempat, akhirnya warungnya dibangun di pinggir sungai. Kendalanya tempat kadang harus berpindah bila ada pembangunan proyek di sekitar pinggir sungai. Misalnya saat pembangunan proyek LRT di atas Sungai Musi tahun lalu, warung pindah dan pengunjung sepi karena jauh dari dermaga. Bahkan rencananya tahun depan akan ada proyek pelebaran dermaga, konon kabar warung akan kembali digeser.

Beberapa waktu lalu sudah pernah dibangun cabang warung di darat, namun sepi peminat, hanya bertahan 3 bulan. “Tetap saja yang di pinggir sungai yang jadi incaran penikmat kuliner karena bisa makan di tempat yang bisa bergoyang beberapa waktu, ” katanya.

Daya tarik lain rumah makan apung ini adalah harganya yang cukup terjangkau bagi semua kalangan. Menu disini dibandrol mulai Rp. 20 ribu hingga Rp. 40 ribu. Tak jarang kapasitas warung yang hanya mampu menampung 35 orang memaksa pengunjung harus antri makan di sini. Apalagi saat makan siang para supir, penumpang perahu, bahkan tamu yang datang ke Palembang silih berganti masuk menikmati hidangan di sini.

Nah kalau kamu mau mampir, tempat ini bisa disambangi mulai jam 06.30 sampai 15.00 setiap harinya. Lokasinya di samping Pasar 16 Ilir, di bawah jembatan Ampera, Palembang. ***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*