Pengakuan UNESCO pada Bekas Tambang Ombilin Sawahlunto Permudah Promosi Wisata

Salah satu sudut di lokasi bekas tambang Ombilin Sawahlunto yang kini menjadi obyek wisata andalan wilayah ini. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta-Diakuinya Bekas Pertambangan Ombilin Sawahlunto Sumatera Barat sebagai Warisan Dunia UNESCO akan sangat mudah menarik investor dan menjual sebagai destinasi wisata. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui siaran pers yang diterima Tag Pariwisata, Senin (8/7).

“Selamat, Ombilin di Sawahlunto sudah ditetapkan salah satu warisan budaya oleh UNESCO, jika sudah mendapatkan status dari UNESCO maka akan sangat mudah untuk menjual dan memasarkan Ombilin di Sawahlunto sebagai destinasi wisata,” kata Arief Yahya.

“Status itu sangat penting. Karena akan mempermudah untuk menarik investor, juga menarik wisatawan datang,” tambahnya.

Seperti diketahui wilayah ini kini mulai mengandalkan pariwisata sebagai pengganti usaha tambang yang dulu mendominasi perolehan asli daerahnya. Kini  bekas areal penambangan yang sudah direklamasi menjadi salah satu lahan utama ditawarkan kepada investor dalam pengembangan pariwisata.

Menpar Arief dalam framework pengembangan destinasi akan selalu menggunakan konsep 3A, (Atraksi, Akses, dan Amenitas). Dan jika ingin menjadi pemain global maka harus menggunakan global standar.

Standar global yang dimaksud diwujudkan dalam bentuk membangun bandara internasional di banyak tempat. Sementara dari sisi amenitas, ditandai dengan makin banyak dikembangkan hotel-hotel bintang 5 yang berkelas dunia di berbagai destinasi.

“Ketiga adalah atraksi yang juga harus berkelas dunia. Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” kata Menpar.

Ombilin menambah koleksi Indonesia yang saat ini memiliki empat warisan dunia kategori alam yakni Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), Hutan Tropis Sumatera (2004), dan Taman Nasional Ujung Kulon (1991).

Selain itu, Indonesia sudah punya empat warisan dunia kategori budaya, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996), dan sistem Subak di Bali (2012)***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*