Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger Tetap Berlangsung Meski Status Gunung Bromo Level II Waspada

Upacara Yadnya Kasada ini menjadi rejeki bagi masyarakat yang menangkap lemparan sedekah menggunakan alat tangkap yang dinamakan pemarit. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Bromo-  Upacara Yadnya Kasada atau Pujan Kasada adalah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Batara Brama. Istilah yadnya dipopulerkan setelah orang Tengger menganut agama Hindu Dharma. Upacara Yadnya Kasada Bromo ini memiliki makna dan tujuan untuk memperoleh berkah, tolak bala atau malapetaka, dan sebagai wujud syukur atas karunia yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Tengger. Saat  berlangsung, masyarakat Suku Tengger berkumpul dengan membawa hasil bumi, ternak peliharaan seperti ayam sebagai sesaji yang disimpan dalam tempat yang bernama ongkek. Setiba di bibir kawah bromo semua hasil bumi dan ternak di buang ke dalam kawah Bromo sebagai sesajian.

Kegatan ini rutin dilakukan setiap tahun setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger. meski status Gunung Bromo dalam kondisi Waspada level II namun upacara ini tetap berlangsung karea sudah merupakan adat yang tidak bisa hilangkan begitu saja. Sehingga meski hujan cuaca buruk atau status gunung Bromo mengkhawatirkan upacara ini tetap digelar.

Di sisi lain upacara Yadnya Kasada telah menjadi atraksi yang memikat wisatawan dengan keunikannya. Selain atraksinya karena posiisnya juga di Gunung Bromo yang telah ditetapkan  sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yakni Bromo Tengger Semeru (BTS).

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty di Jakarta, Sabtu (20/7/2019) mengatakan, kegiatan melabuh hasil bumi ke kawah Bromo sudah menjadi tradisi turun-temurun warga Tengger yang terus dilestarikan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, kegiatan sakral ini terbuka untuk umum, bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Ini salah satu tradisi masyarakat Tengger yang saat ini menjadi agenda pariwisata yang cukup potensial mendatangkan wisatawan. Bahkan kalau kita perhatikan, banyak sekali turis asing yang ikut berkunjung ke Bromo,” kata Esthy.

Nah bagi sebagian masyarakat yang lain, upacara Yadnya Kasada Mul, menjadi rejeki yang  tak ternilai. Beberapa  warga misalnya dari  desa tetagga  sengaja datang untuk berburu sesembahan yang umumnya dilempar warga Tengger pada puncak perayaan Yadnya Kasada, Kamis (18/7/2019).

Mereka membawa serta sang anngota keluarga , yang juga ikut menangkap lemparan sedekah menggunakan alat tangkap yang dinamakan pemarit. Mereka berangkat sekitar pukul 03.00 pagi dan langsung menuju puncak Bromo. Lalu  menunggu di lokasi hingga siang hari, karena yang melabuh sedekah tidak datang bersamaan. Ada yang pagi, ada juga yang siang baru datang.

Kegiatan menangkap lemparan sedekah sebenarnya beresiko cukup tinggi karena harus berada di sisi lereng gunung dengan kawah di bawahnya. Namun bagi yang telah terbiasa hal ini mernjadi tantangan tersendiri dengan’ reward’ yang cukup lumayan.

Setiap kali perayaan Yadnya Kasada, Mul misalnya warga dari desa Ngadirejo mengaku bisa mengumpulkan lebih dari 70 kg kentang belum termasuk kol, uang, dan lain-lain. Karena sesajian yang dilabuh warga Tengger, jenisnya memang beragam.

“Barang-barang ini nantinya kita jual ke pasar. Jadi hasilnya tergantung harga komoditas tersebut. Jika harga kentang sedang mahal, uang yang kita dapat pun lumayan. Sebagian kecil saja yang kita konsumsi sendiri,” jelasnya.

Pada Jumat (19/7/2019) Gunung Bromo mengalami erupsi sekitar pukul 16.37 WIB. PVMBG sempat melarang aktivitas wisatawan di puncak dan lereng Gunung Bromo dengan alasan keamanan. Meski masih level II masyarakat diminta mengutamakan keselamatan. Wisatawan dan masyarakat diminta menjauh dari kawasan puncak gunung dalam radius 1 kilometer.

Meski demikian upacar ini tetap berlangsung dan memberi kesan bagi wisatawan***

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*